Terkait Virus Corona, Disnaker: Tak Ada TKI Asal Bondowoso di China

Home / Berita / Terkait Virus Corona, Disnaker: Tak Ada TKI Asal Bondowoso di China
Terkait Virus Corona, Disnaker: Tak Ada TKI Asal Bondowoso di China Penanganan Corona. (FOTO: AFP/HECTOR RETAMAL).

TIMESCILACAP, BONDOWOSO – Penyebaran Virus Corona menjadi perhatian dunia. Virus ini berasal dari Kota Wuhan, China. Beberapa negara terus mengimbau warganya yang ada di China untuk waspada. Bahkan sejumlah penerbangan dari dan menuju Wuhan ditutup.

Terkait hal ini, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kabupaten Bondowoso, memastikan bahwa tak ada warga Bondowoso yang ada di China.

Kabid Hubungan Industrial Jamsosnaker Disnaker, Totok Hariyanto mengatakan, TKI asal Kabupaten Bondowoso tersebar di Jepang, Taiwan dan terbanyak di Malaysia.

"Kalau di Jepang rata-rata tenaga medis semua, baik bidan maupun perawat. Kalau untuk pertukaran pelajar SMK di situ (China) selama dua tahun ini nggak ada," katanya.

Menurutnya, penempatan TKI langsung melalui PJTKI (Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia). Sementara di Bondowoso melalui PT. Bangun Sari yang mengirim TKI ke wilayah Asia dan Asia Tengah.

Meski tak ada warga Bondowoso di China, dia tetap mengimbau TKI di negara lain untuk meningkatkan kewaspadaan, terkait dengan penyebaran virus Corona yang sudah dilaporkan menyebar di 13 negara tersebut.

Hal ini kata dia, untuk mencegah penularan dan masuknya virus mematikan tersebut ke Bondowoso, melalui TKI maupun pelajar yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri, terutama di kawasan Asia.

Di sisi lain, warga Bondowoso yang hendak melakukan penerbangan ke  luar negeri terutama tujuan China, diminta untuk menundanya terlebih dahulu.

“Apalagi pemerintah menutup penerbangan tujuan ke negeri tirai bambu tersebut selama satu bulan ke depan. Sementara ini memang tidak ada. Tapi kalaupun tidak ke China, mereka para TKI tetap kami ingatkan hati-hati," paparnya.

Sampai saat ini, Virus Corona tak hanya terjadi di China. Kantor berita AFP melaporkan, virus yang mirip Server Acute Respiratory Syndrome (SARS) telah menyebar di sekitar 13 negara dunia, diantaranya Thailand, Singapura, Perancis, Amerika Serikat dan sejumlah negara lain. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com